IMPLEMNETASI PENGEMBANGAN KURIKULUM PAI DI SEKOLAH
MAKALAH
IMPLEMNETASI PENGEMBANGAN
KURIKULUM PAI DI
SEKOLAH

Oleh
ISHAK
ZIADATI
ERYA
WIDIAYATUL SAFA
PRODI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI)
FAKULTAS TARBIYAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NURUL HAKIM (IAINH)
KEDIRI 2017/2018
KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur hanya bagi
Allah SWT., Rabb semesta alam. Tidak ada daya dan upaya selain dari-Nya. Semoga
kita selalu dilimpahkan rahmat dan karunia-Nya dalam mengarungi kehidupan
ini. Shalawat dan salam semoga selalu dilimpahkan kepada Nabi Muhammad SAW.,
beserta keluarga, sahabat dan orang-orang yang mengikutinya sampai akhir zaman
di manapun mereka berada.
Alhamdulillah
atas izin dan kehendak dari-Nya, kami dapat menyalesaikan makalah
yang bejudul
“Implementasi Pengengembangan
Kurikulum PAI
di sekolah”. Kami
mengucapkan banyak terima kasih kepada dosen mata kuliah
Kurikulum yang telah memberikan
gambaran tentang materi ini, dan kepada semua pihak yang telah turut membantu
dalam menyelesaikan makalah ini.
Makalah ini jauh dari kata sempurna, maka dari itu kami mengharapkan kritik dan
saran dari pembaca demi kesempurnaan makalah kami di masa mendatang. Semoga
makalah ini bermanfaat bagi kita semua.
Kediri , desember 2017
Penyusun
DAFTAR ISI
DAFTAR
ISI.................................................................................................
i
KATA
PENGANTAR...................................................................................
ii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang................................................................................
1
B. Rumusan Masalah...........................................................................
1
C. Tujuan
Masalah...............................................................................
2
BAB II PEMBAHASAN
A.
Implementasi
Pengenbangan Kurikulum.....................................
3
B.
Pembelajaran
PAI...........................................................................
4
C.
Implementasi
Pengembangan Kurikulum
PAI di Sekolah......... 8
D.
PenerapanStrategi dan Metode Pembelajaran pada Pendidikan
Agama Islam 10
BAB III PENUTUP
A.
Kesimpulan.......................................................................................
12
B.
Saran.................................................................................................
13
DAFTAR PUSTAKA.................................................................................
15
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Pendidikan adalah usaha sadar untuk
menyiapkan peserta didik melalui kegiatan, bimbingan, pengajaran dan atau
latihan bagi peranannya di masa yang akan dating. Dalam pasal 1 ayat 1
Undang-undang no.2 tahun 1989 tentang sisterm pendidikan nasional, menyebutkan
bahwa pendidikan merupakan usaha sadar dari generasi tua untuk mengembangkan
potensi yang dimiliki generasi muda yang mencakup pengetahuan, pengalaman,
kecakapan serta keterampilan untuk mempersiapakan mereka agar dapat menjalani
fungsi hidupnya serta mampu bertanggung jawab atas segala perbuatannya.
Kurikulum telah merancang segala
yang berkaitan dengan proses pembelajaran, baik dari segi materi, metode,
tujuan dan lain-lain. Hal ini dilakukan agar pendidikan bisa mencapai tujuan
tertentu.
Untuk mencapai hasil maksimal,
penerapan kurikulum PAI dapat diterapkan melalui dua model pendekatan, yaitu
pendekatan mikro dan pendekatan makro. Kedua pendekatan tersebut digunakan
untuk mengefektifkan penerapan kurikulum pendidikan agama Islam yang memiliki
nuansa faturistik dan penuh dengan harapan dari semua pihak.
B.
Rumusan
Masalah
1.
Apakah yang
dimaksud implementasi
pengembangan kurikulum?
2.
Apakah yang
dimaskud dengan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam?
3.
Bagaimanakah
implementasai pengembangan kurikulum
PAI di sekolah ?
4.
Bagaimanakah
penerapan strategi dan metode pembelajaran pada pendidikan agama Islam?
C.
Tujuan
Masalah
1.
Mengetahui
maksud dari implementasi
pengembangan kurikulum?
2.
Mengetahui
maksud dari pembelajaran pendidikan agama Islam?
3.
memahami
implementasai pengembangan kurikulum
PAI di sekolah?
4.
memahamipenerapan
strategi dan metode pembelajaran pada pendidikan agama Islam?
BAB II
PEMBAHASAN
A. Implementasi Kurikulum PAI
1. Pengertian Implementasi
Menurut Jeffri L. Pressman dan Aaron
B. Widavski mengartikan implementasi sebagai suatu proses interaksi anatara
suatu perangkat tujuan dan tindakan yang mampu meraihnya. Implementasi adalah
kemampuan membentuk hubungan-hubungan lebih lanjut dalam rangkaian sebab-akibat
yang menghubungkan tindakan dengan tujuan.Secara sederhana implementasi bisa
diartikan pelaksanaan atau penerapan.
Dari pengertian tersebut
memperlihatkan bahwa kata implementasi bermuara pada aktifitas, adanya aksi,
atau mekanisme suatau sistem.
2. Pengertian Kurikulum PAI
Secara
umum kurikulum adalah seperangkat atau sistem rencana dan pengaturan mengenai
isi dan bahan pembelajaran yang dipedomani dalam katifitas belajar
mengajar.adapun penegrtian kurikulum menurut Kerr, J.F adalah semua pembelajaran
yangdirancang dan dilaksanakan secara individu ataupun berkelompok, baik di
sekolah maupun di luar sekolah.[1]
Adapun pengertian kurikulum PAI
tidak jauh berbeda dengan kurikulum secara umum, perbedaan hanya terletak pada
sumber belajarnya saja. Sebagaimana diutarakan oleh Abdul Majid dalam bukunya Pembelajaran
Agama Isalam Berbasis Kompetensi, mengatakan bahwa Kurikulum Pendidikan
Agama Islam adalah rumusan tentang tujuan, materi, metode dan sevaluasi
pendidikan yang bersumber pada ajaran agama Islam.[2]
Jadi
implementasi kurikulum PAI adalah penerapan atau pelaksanaan program kurikulum
ajaran agama Islam yang telah dikembangkan dalam tahap sebelumnya, kemudian
diuji cobakan dengan pelaksanaan dan pengelolaan, sambil senantiasa dilakukan
penyesuaian terhadap situasi lapangan dan karakteristik peserta didik, baik
perkembangan intektual, emosional,serta fisiknya.[3]
B. Pembelajaran PAI
1.
Pengertian
Pembelajaran PAI
Pendidikan
Agama Islam adalah upaya sadar dan terencana dalam menyiapkan peserta didik
untuk mengenal, memahami, mengahayati hingga mengimani ajaran agama Islam,
dibarengi dengan tuntutan untuk menghormati penganut agama lain dalam hubungan
dengan kerukunan antar umat beragama hingga terwujud kesatuan dan persatuan
bangsa. Untuk mencapai pengertian tersebut maka harus ada serangkaian yang
saling mendukung, anatara lain:
a. Pendidikan Agama Islam sebagai usaha sadar, yaitu
suatu kegiatan bimbingan, pengajaran dan ataulatihan yang dilakukan secara
berencana dan sadar akan tujuan yang hendak dicapai.
b. Peserta didik yang hendak disiapkan
untuk mencapai tujuan dalam sarti yang dibimbing, diajari dan atau dilatih
dalam peningkatan keyakinan, pemahaman, penghayatan dan pengalaman terhadap
ajaran agama Islam.
c. Pendidik yang melakukan kegiatan bimbingan, pengajaran
dan atau latihan secara sadar terhadap peserta didiknya untuk mencapai tujuan
tertentu. Kegiatan PAI diarahkan untuk meningkatkan keyakinan, pemahaman,
penghayatan dan pengalaman terhadap peserta didik, yang disamping untuk
membentuk keshalehan atau kualitas pribadi, juga sekaligus untuk membentuk
keshalehan sosial.
2.
Konsep-konsep
Pengajaran
a. Belajar
Menurut
pendapat Hil Gared, yang mengungkapkan : “learning is the process by which an
activity oroginates or changed through training procedures (wether in the
laboratory on in the natural environment) as distinguished from changes by
factors not atributable to training”. Bagi Hilgard, belajar itu adalah proses
perubahan melalui kegiatan atau prosedur latihan, baik latihan di dalam
laboratorium maupun dalam lingkungan alamiyah.
Belajar
bukanlah sekedar mengumpulkan pengetahuan. Belajar adalah proses mental yang
terjadi dalam diri seseorang, sehingga menyebabkan munculnya perubahan prilaku.
Aktivitas mental itu terjadikarena adanya interaksi individu dengan lingkungan
yang disadari.
Proses
belajar pada hakikatnya kegiatan mental yang tidak dapat dilihat. Artinya,
proses perubahan yang terjadi pada diri seseorang yang belajar tidak dapat kita
saksikan. Kita hanya mungkin dapat menyaksikan dari adanya gejala-gejala
perubahan prilaku yang tampak. Misalnya, ketika seorang guru menjelaskan suatu
materi pelajaran, walaupun sepertinya seorang siswa memperhatikan dengan
seksama sambil mengangguk-anggukan kepala, maka belum tentu yang bersangkutan
belajar. Mungkin mengagguk-anggukan kepala bukan karena ia memperhatikan materi
pelajaran dan paham apa yang dikatakan guru, akan tetapi karena ia sangat
mengagumi cara guru berbicara sehingga ia ditanya apa yang telah disampaikan
guru, dia tidak mengerti apa-apa.
Dari uraian sebelumnya, maka dapat
disimpulkan bahwa belajar pada dasarnya adalah suatu proses aktifitas mental
seseorang dalam berinteraksi dengan lingkungannya sehingga menghasilkan
perubahan tigkah laku yang bersifat positif baik perubahan dalam aspek
pengetahuan, sikap, maupun psikomotor. Dikatakan
positif, oleh karena perubahan prilaku itu bersifat adanya penambahan dari
prilaku sebelumnya yang cenderung menetap.
b. Mengajar
Kata “teach” atau mengajar berasal
dari bahasa inggris kuno, yaitu taecan. Kata ini berasal dari bahasa Jerman
kuno (Old Teutentic) taikjam, yang berasal dari kata dasar teik, yang berarti
memperlihatkan. Kata tersebut ditemukan juga dalam bahasa sansekerta dic. Yang
dalam bahasa Jerman dikenal dengan deik. Istilah mengajar (teach) juga berhubungan
dengan token yang berarti tanda atau simbol. Kata token juga berasal dari
bahasa Jerman kuno taiknom, yaitu pengetahuan dari taikjan. Dalam bahasa
Inggris kuno teach (mengajar). Dengan demikian, token dan teach secara historis
memiliki keterkaitan. To teach (mengajar) dilihat dari asal usul katanya
berarti memperlihatkan sesuatu kepada seseorang memalui tanda atau simbol;
penggunaan tanda atau simbol itu dimaksudkan untuk membangkitkan atau
menumbuhkan respons mengenai kejadian, seseorang, observasi, penemuan dan lain
sebagainya. Sejak tahun 1500-an, definisi mengajar (teaching), mengalami
perkembangan secara terus menerus.
Secara deskriptif mengajar diartikan
sebagai proses penyampaian informasi atau pengetahuan dari guru kepada siswa.
Proses penyampaian itu sering juga dianggap sebagai proses mentransfer ilmu.
Dalam konteks ini, mentransfer tidak diartikan dengan memindahkan., seperti
misalnya mentransfer uang. Kata mentransfer dalam konteks ini diartikan sebagai
proses menyebarluaskan, seperti menyebarluaskan atau memindahkan api. Ketika
api dipindahkan atau disebarluaskan, maka api itu tidaklah menjadi kecil akan
tetapi semakin membesar. Untuk proses mengajar, sebagai proses menyampaikan
pengetahuan akan lebih tepat jika diartikan dengan menanamkan ilmu pengetahuan
seperti yang dikemukakan Smith (1987) bahwa mengajar adalah menanamkan
pengetahuan atau keterampilan (teaching is imparting knowledge or skill).
Telah banyak ahli yang mencoba
merumuskan istilahmengajar ditinjau dari sudut pandang masing-masing. Perumusan
dan tinjauan itu kebanyakan berlainan dan masing-masing memiliki kelebihan dan
kekurangan. Pengertian mengajar bersumber dari 4 pendapat, yaitu:
1) Mengajar ialah menyampaikan pengetahuan kepada siswa
didik atau murid sekolah.
2) Mengajar adalah mewariskan kebudayaan kepada generasi
muda melalui lembaga pendidikan sekolah.
3) Mengajar adalah usaha mengorganisasi lingkungan
sehingga menciptakan kondisi belajar bagi siswa.
4) Mengajar atau mendidik itu adalah memberikan bimbingan
belajar kepada murid.
5) Mengajar adalah kegiatan mempersiapkan siswa untuk
menjadi warga Negara yang baik sesuai dengan tuntutan masyarakat.
c. Pembelajaran
Pembelajaran
adalah suatu kombinasi yang tersusun meliputi unsur-unsur manusiawi, material,
fasilitas, perlengkapan dan prosedur yang saling mempengaruhi mencapai tujuan
pembelajaran. Manusia terlibat dalam sistem pengajaran terdiri dari
siswa, guru dan tenaga lainnya, misalnya tenaga laboratorium. Mataerial,
meliputi buku-buku, papan tulis, dan kapur, fotografi, slide dan film, audio
dan video tape. Fasilitas dan perlengkapan, terdiri dari ruangan kelas,
perlengkapan audio visual, juga computer. Prosedur, meliputi jadwal dan
metode penyampaian informasi,praktik, belajar, ujian dan sebagainya.
Rumusan
tersebut tidak terbatas dalam ruang saja. Sistem pembelajaran dapat
dilaksanakan dengan cara membaca buku, belajardi kelas atau di sekolah, karena
diwarnai oleh organisasi dan interaksi antara berbagai komponen yang saling
berkaitan, untuk membelajarkan peserta didik.
C. Implementasi Pengembangan Kurikulum
PAI di sekolah
Menurut
Oemar Hamalik, implementasi kurikulum mencakup tiga kegiatan pokok, yaitu
pengembnagan program, pelaksanaan pembelajaran, dan evaluasi. Pengembangan program
mencakup program pembelajaran, program bimbingan dan konseling atau
remedial.elaksaan pembelajaran meliputi proses interaksi antara peserta didik
dengan lingkungannya sehingga terjadi perubahan perilaku yang lebih baik.
Sementara evaluasi adalah proses penilaian yang dilakuakn sepanjang pelaksanaan
kurikulum.
Salah satu
bentuk implementasi pengembangan
kurikulum adalah pelaksanaan pembelajaran. Pelaksaan pembelajaran
mengacu pada program pembelajaran yang disusun oleh guru, di antaranya dalam
bentuk Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Komponen RPP harus mencakup
perencanaan seluruh kegiatan pelaksanaan pembelajaran berdasarkan tujuan yang
telah ditetapkan. Dalam pengimplementasian kurikulum diperlukan komitmen semua
pihak yang terlibat, seperti dukungan kepala sekolah, guru dan dukungan
internal dalam kelas.
Untuk
mencapai hasil yang maksimal dalam implementasi kurikulum PAI, dapat digunaka
dua model pendekatan, yaitu:
1. Pendekatan makro
Model
pendekatan makro berupaya untuk menghadirkan proses pembelajaran Pendidikan
Islam yang dapat memberikan nuansa yang berbeda dan harapan kolektif semua
pihak. Langkah-langkah yang harus ditempuh adalah sebagai berikut:
a. Merancang program pembelajaran yang unggul yang
merupakan bagian dari prinsip, strategi dan tujuan implementasi kkurikulum.
b. Merumuskan kembali tujuan kurikulum
PAI untuk mencapai kualitas penerapan kurikulum yang unggul, dibutuhkan mindset
baru yang memandang PAI memiliki cakupan yang luas meliputi semua aspek
kehidupan manusia.
c. Menciptakan sumber belajar unggul dengan memanfaatkan
lingkungan, fenomena dan kejadian alam atau sosial yang nyata dan konstektual
sebagai materi pendidikan agama Islam.
2. Pendekatan Mikro
Pendekata
mikro adalah suatu tahapan secara praktis dan sistematis yang memperhatikan
situasi dan kondisi sumber daya dukung lembaga pendidikan. Pendekatan ini
meliputi pengembanagn materi, peran guru dan siswa dalam interaksi
pembelajaran.
D. Penerapan Strategi dan Metode Pembelajaran pada
Pendidikan Agama Islam
Pembelajaran pendidikan Islam selain
berorientasi pada masalah kognitif,tetapi lebih mengedepankan aspek nilai,baik
nilai ketuhanan maupun kemanusiaan yang hendak ditumbuh kembangkan
kedalam diri peserta didik sehingga dapat melekat ke dalam dirinya dan menjadi
kepribadiannya. Ada beberapa strategi yang bisa digunkan dalam
pembelajaran nilai, yaitu:
1. Strategi Tradisional
Strategi Tradisional yaitu
pembelajaran nilai dengan jalan memberikan
nasihat atau indoktrinasi. Strategi ini dilaksanakan dengan cara memberitahukan
secara langsung nilai-nilai mana yang baik dan yang kurang baik.
2. Strategi Bebas
Dalam
penerapannya guru memberikan kebebasan kepada peserta didik untuk memilih dan
menentukan nilai-nilai mana yang akan diambilnya.
3. Strategi Reflektif
Menggunakan
pendekatan teoretik ke pendekatan empirik dengan mengaitkan teori dengan
pengalaman.
4. Strategi Transinternal
Strategi Transinternal yaitu membelajarkan
nilai dengan melakukan transfromasi nilai, transaksi nilai dan
trasinternalisasi. Dalam penerapan strategi ini guru dan peserta didik terlibat
dalam komunilasi aktif baik secara verbal maupun batin (kepribadian). Guru
berperan sebagai penyaji informasi, pemberi contoh atau teladan, serta sumber
nilai yang melekat dalam pribadinya yang direspon olehpeserta didik dan
mempolakan dalam kepribadiannya.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
1. Implementasi adalah kemampuan membentuk
hubungan-hubungan lebih lanjut dalam rangkaian sebab-akibat yang menghubungkan
tindakan dengan tujuan. Kurikulum adalah seperangkat atau sistem rencana dan
pengaturan mengenai isi dan bahan pembelajaran yang dipedomani dalam katifitas
belajar mengajar. Jadi implementasi kurikulum adalah penerapan atau pelaksanaan
program kurikulum yang telah dikembangkan dalam tahap sebelumnya, kemudian
diuji cobakan dengan pelaksanaan dan pengelolaan, sambil senantiasa dilakukan
penyesuaian terhadap situasi lapangan dan karakteristik peserta didik, baik
perkembangan intektual, emosional,serta fisiknya.
2.
Pembelajaran Pendidikan Agama Islam adalah
upaya sadar dan terencana dalam menyiapkan peserta didik untuk mengenal,
memahami, mengahayati hingga mengimani ajaran agama Islam, dibarengi dengan
tuntutan untuk menghormati penganut agama lain dalam hubungan dengan kerukunan
antar umat beragama hingga terwujud kesatuan dan persatuan bangsa.
Terdapat
perbedaan anatara belajar, mengajar dan pembelajaran. Belajar adalah proses
perubahan yang terjadi pada diri seseorang yang belajar tidak dapat kita
saksikan. Mengajar adalah proses penyampaian informasi atau pengetahuan dari
guru kepada siswa. Proses penyampaian itu sering juga dianggap sebagai proses
mentransfer ilmu. Sedangkan pembelajaran adalah suatu kombinasi yang tersusun
meliputi unsur-unsur manusiawi, material, fasilitas, perlengkapan dan prosedur
yang saling mempengaruhi mencapai tujuan pembelajaran
3.
Menurut
Oemar Hamalik, implementasi kurikulum mencakup tiga kegiatan pokok, yaitu
pengembnagan program, pelaksanaan pembelajaran, dan evaluasi. Pengembangan program
mencakup program pembelajaran, program bimbingan dan konseling atau remedial.
Sedangkan Untuk mencapai hasil yang maksimal dalam implementasi kurikulum PAI,
dapat digunaka dua model pendekatan, yaitu:
a.
Pendekatan
makro
Model
pendekatan makro berupaya untuk menghadirkan proses pembelajaran Pendidikan Islam
yang dapat memberikan nuansa yang berbeda dan harapan kolektif semua pihak.
b.
Pendekatan
Mikro
Pendekata mikro adalah suatu tahapan secara praktis dan
sistematis yang memperhatikan situasi dan kondisi sumber daya dukung lembaga
pendidikan. Pendekatan ini meliputi pengembanagn materi, peran guru dan siswa
dalam interaksi pembelajaran.
4.
Pembelajaran pendidikan Islam selain berorientasi pada
masalah kognitif,tetapi lebih mengedepankan aspek nilai,baik nilai ketuhanan
maupun kemanusiaan yang hendak ditumbuh kembangkan kedalam diri peserta
didik. Ada beberapa strategi yang bisa digunakan dalam
pembelajaran nilai, yaitu:strategi tradisional, strategi bebas, strategi
reflektif dan strategi transinternal.
B.
Saran
1.
Dalam proses
pembelajaran PAI sebaiknya sekolah mengikuti kurikulum PAI yang berlaku pada
masanya, supaya proses pembelajaran PAI bisa berjalan dengan efektif dan
kondusif. Hal ini dikarenakan dalam kurikulum terdapat pengaturan mengenai
tujuan, isi dan bahan pengajaran serta cara yang digunakan bagi guru sebagai
pedoman dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran yang disesuaikan dengan
situasi lapangan dan karakteristik peserta didik, baik perkembangan intektual,
emosional,serta fisiknya.
2.
Keberadaan
pembelajaran PAI di Sekolah sangatlah penting untuk mendidik siswa agar
mempunyai akhlakul karimah, dan mempunyai rasa toleransi antar agama yang
sesuai.
3.
Untuk keberlangsungan pembelajaran PAI di sekolah, sebaiknya
guru PAI terlebih dahulu memahami pendekatan dalam implementasi kurikulum,
seperti pendekatan makro dan pendekatan mikro. Hal ini
bertujuan agar pembelajaran PAI melahirkan suasana belajar yang berbeda dan
harapan kolektif semua pihak.
4.
Untuk
mencapai tujan pembelajaran PAI, sebaiknya proses pembelajaran tidak hanya
menggunakn strategi belajar yang terpaku pada guru. Tapi bisa dengan
menggunakan strategi misalnya student center, dan lainnya. Hal ini bertujuan
agar siswa bisa lebih mandiri dan terlatih mentalnya serta mempunyai motivasi
belajar yang tinggi
DAFTAR PUSTAKA
Ahmad, Roip.
MakalahImplementasiKurikulum PAI, diunduhdarihttp://www.academia.edu/5847375/Makalah_Kurikulum_PAI
Luthfi, Flylight.
Diunduhdarihttp://www.academia.edu/6943007/
PENDIDIKAN_AGAMA_ISLAM_BERDASARKAN_KURIKULUM_2013.
Hamalik,
Oemar . 2008. Proses BelajarMengajar. Jakarta: PT Bumi Aksara.
2008. KurikulumdanPembelajaran.
Jakarta: PT BumiAksara.
2009. Dasar-dasarPengembanganKurikulum.
Bandung: PT RemajaRosdaKarya.
Majid,
Abdul. Andayani, Dian . 2004. Pendidikan Agama Islam Berbasis Kompetensi.
Bandung: Remaja RosdaKarya.
Majid,
Abdul. 2014. ImplementasiKurikulum 2013. Bandung: Interes Media.
Sanjaya,Wina.
2008. KurikulumdanPembelajaran. Bandung: Kencana Prenada Media Group.
Zakapedia, Artikelsiana. Diunduhdarihttp://www.artikelsiana.com/
2015/02/pengertian-kurikulum-fungsi-komponen.html?m=1#.
[1]
http://rohmaniyatinanya12.blogspot.co.id/2015/11/karya-mahasiswi-pai-d-iain-syekh-nur.html
di ambil pada jam 11:23 minggu 23 desember 2017
[2] Ahmad, Roip.
MakalahImplementasiKurikulum PAI, diunduhdarihttp://www.academia.edu/5847375/Makalah_Kurikulum_PAI
Komentar
Posting Komentar